Alat Peraga Edukatif, Kelola Barang Bekas Menjadi Berkualitas
Bojonegoro. Mendaur ulang kembali atau biasa disebut dengan istilah resaycle adalah salah satu usaha untuk mengatasi limbah yang semakin banyak digunakan disetiap harinya. Kegiatan daur ulang juga bertujuan untuk mengurangi penggunaan sumber daya serta energi yang baru, sehingga penggunaan sumber daya menjadi lebih efisien.
Prinsip madrasah yang berupaya membudayakan para siswa untuk sadar lingkungan dan berbudaya lingkungan sepertinya disambut baik oleh para warga madrasah. Hal ini terbukti dengan adanya kegiatan kelas Inspirasi I C yang memanfaatkan limbah barang bekas menjadi sebuah Alat Peraga Edukatif (APE). Alat peraga edukatif yang dibuat saat kelas inspirasi, Sabtu (4/2) kali ini berbahan dasar utama kardus bekas. Kardus bekas beserta bahan dasar lainnya dibentuk sedemikian rupa untuk menjadi alat peraga edukatif berhitung penjumlahan ke bawah.
Kegiatan kelas inspirasi ini dipandu oleh perwakilan dari paguyuban kelas I C, yaitu Ibu Jaminan Zahroh. Beliau membimbing anak-anak dari proses awal pembuatan APE sampai dengan cara penggunaanya dalam belajar, khususnya dalam penjumlahan ke bawah.
Kegiatan pembuatan alat peraga edukatif dari limbah barang bekas ini tentunya memiliki dampak positif. Selain mendukung program pengelolaan sampah, hasil dari pembuatan alat peraga edukatif ini bisa memudahkan siswa kelas dalam belajar berhitung, khususnya penghitungan penjumlahan ke bawah.
MIN 1 BOJONEGORO