Minggu Produktif, Pesilat MIN 1 Bojonegoro Jalani Ujian Kenaikan Tingkat (UKT)
Bojonegoro. Pencak silat adalah suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari Indonesia. Berbagai daerah di Indonesia juga memiliki ciri khas aliran pencak silat. Berbagai aliran pencak silat ini dinaungi oleh satu induk organisasi resmi, yaitu Ikatan Pencak Silat Indonesia atau biasa disebut dengan IPSI. Selain itu pada 13 Desember 2019, Pencak Silat telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia (Intangible Cultural World Heritage).
Upaya pengenalan dan pelestarian budaya pencak silat juga ditumbuhkan kepada para peserta didik MIN 1 Bojonegoro. Upaya tersebut tertuang dalam sebuah kegiatan ekstrakulikuler pencak silat Perisai Diri yang telah diikuti oleh siswa MIN 1 Bojonegoro dalam rentang waktu beberapa bulan terakhir.
Setiap anggota Perisai Diri akan mendapatkan tingkatan yang meliputi teknik, senjata, dan kemampuan asli, sesuai dengan tingkatan masing-masing yang bersangkutan. Para anggota ekstrakulikuler Perisai Diri MIN 1 Bojonegoro telah menjalani masa pelatihan tertentu, sehingga bisa mengikuti tes Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) tingkat dasar pada Minggu (17/8).
Ketua pelaksana UKT sekaligus GTK MIN 1 Bojonegoro, Bapak Bakri mengungkapkan bahwa "Ada sekitar lima puluh siswa MIN 1 Bojonegoro yang mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat ini. Mereka yang mengikuti ujian kenaikan tingkat adalah para siswa yang telah berlatih dalam rentan waktu tertentu"
Dalam kesempatan ini beliau juga mengucapkan terima kasih kepada para pelatih ekstrakulikuler, dewan penguji, pengurus Keluarga Silat Nasional Indonesia (KELATNAS) Perisai Diri Kebupaten Bojonegoro dan tentunya kepada pihak Madrasah dan para wali siswa yang telah mensukseskan kegiatan ini sehingga berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir kegiatan. Semoga kedepannya para siswa akan semakin tekun berlatih dan bisa melestarikan warisan asli budaya Bangsa Indonesia ini.
MIN 1 BOJONEGORO