Pendampingan Tindak Lanjut Diferensiasi Pembelajaran Bersama BDK Surabaya
Bojonegoro. Pendekatan pembelajaran yang mengakomodasi perbedaan dalam cara belajar dan kebutuhan peserta didik akan memberikan nilai tambah dalam upaya pencapaian kompetensi. Guru pun diharapkan mampu memahami berbagai latar belakang peserta didik. Salah satunya tercermin dalam upaya pemetaan peserta didik berdasarkan minat belajar, gaya belajar, media belajar, dan lain sebagainya.
Kegiatan pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Komunitas (IKM BK) yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya, diharapkan membawa perubahan positif pada proses pembelajaran di MIN 1 Bojonegoro, sehingga kegiatan belajar mengajar di madrasah pun mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Melalui beberapa tahapan pelatihan dan proses pendampingan, serta komunikasi dengan berbagai pihak, pada Sabtu (9/11) tim pendamping dari BDK Surabaya yang terdiri dari Bapak Kasubbag, Widyaiswara, beserta jajarannya berkunjung ke MIN 1 Bojonegoro.
Kegiatan ini merupakan tahapan lanjutan dalam proses pengembangan madrasah yang bersinergi bersama komunitas belajar berbasis kurikulum merdeka. Komunitas yang terdiri dari pengawas, dosen, GTK Madrasah, dan staf BDK Surabaya hadir serta berdiskusi bersama membahas tindak lanjut kegiatan.
Kegiatan awal dimulai dengan praktik pembelajaran secara langsung oleh GTK Madrasah, yaitu Ibu Masiti Hariyani, mewakili mata pelajaran umum dan Bapak Moch. Taufik Jauhari mewakili mata pelajaran bidang agama yang didampingi langsung oleh Bapak Pengawas, Bapak Achmad Miftachus Sholichin, serta pihak dosen yaitu Ibu Indah Fajrotuz Zahro, dan Widyaiswara dari pihak BDK Surabaya, yaitu Bapak Sutowijoyo dan Bapak Mushollin. Kegiatan tersebut diakhiri dengan refleksi bersama komunitas melalui diskusi yang membangun dan kegiatan lanjutan untuk perkembangan madrasah.
Bapak Kepala Madrasah pun menyampaikan "Terimakasih kepada pihak BDK Surabaya, Bapak Pengawas, Ibu Dosen atas kesempatan dan waktunya yang diberikan kepada MIN 1 Bojonegoro untuk belajar dan berkembang bersama melalui komunitas. Tentunya kami pihak madrasah akan terus berupaya meningkatkan kompetensi, khususnya proses belajar mengajar di madrasah".
Selanjutnya, Bapak Kasubbag BDK Surabaya, Bapak Muslimin juga menyampaikan "Kita semua sebagai pelayan publik harus bisa memberikan yang terbaik, apapun yang akan kita hadapi kedepan, baik itu perubahan kurikulum atau lainnya. Kita harus selalu bersinergi, baik dengan pihak pengawas, pihak dosen pendamping, dan lainnya harus saling berkomunikasi dan bertukar informasi serta pemikiran melalui wadah komunitas."
MIN 1 BOJONEGORO