MIN 1 Bojonegoro Tegaskan Peran Aktif dalam Evaluasi Unit Penanganan Khusus Ramah Anak Bersama Kemen PPPA
BOJONEGORO – MIN 1 Bojonegoro kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam menjaga standar perlindungan anak di lingkungan pendidikan. Hal ini ditegaskan melalui partisipasi aktif dalam agenda nasional "Evaluasi Pelaksanaan Pengukuran Pemenuhan Standar Lembaga Perlindungan Khusus Ramah Anak (LPKRA) Periode 2022-2025" yang diselenggarakan oleh Asisten Deputi Perlindungan Anak Kondisi Khusus, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI, pada Selasa (14/04).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini dipusatkan di ruang perpustakaan MIN 1 Bojonegoro mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Pertemuan evaluasi tersebut dihadiri langsung oleh Kepala MIN 1 Bojonegoro, Murtadlon, S.Pd., jajaran Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), serta perwakilan murid sebagai bagian dari ekosistem Unit Penanganan Khusus Ramah Anak.
Evaluasi ini bertujuan untuk memotret konsistensi dan efektivitas madrasah dalam memberikan perlindungan khusus bagi anak dalam kurun waktu tiga tahun terakhir (2022-2025). Pihak Kemen PPPA menekankan bahwa setiap satuan pendidikan yang telah terstandardisasi wajib memastikan sistem penanganan kasus dan perlindungan anak berjalan secara responsif dan aman sesuai prosedur nasional.
Hadir sebagai mitra strategis dalam sesi ini, Indah Fajrotuz Zahro, M.Psi., pakar Bimbingan Konseling Islam (BKI) sekaligus Praktisi Psikologi dan Pendidikan dari Institut Attanwir Bojonegoro. Beliau memberikan tinjauan ahli mengenai pentingnya penguatan aspek psikologis dalam unit penanganan khusus di madrasah.
"Peran aktif MIN 1 Bojonegoro dalam evaluasi ini menunjukkan bahwa madrasah bukan sekadar memenuhi standar administrasi, tetapi benar-benar membangun sistem perlindungan yang berpihak pada kepentingan terbaik anak. Kehadiran psikolog dan keterlibatan murid adalah kunci utama keberhasilan unit ini," ungkap Indah Fajrotuz Zahro dalam diskusinya.
Kepala MIN 1 Bojonegoro, Murtadlon, S.Pd., menyatakan bahwa evaluasi ini menjadi momentum penting bagi madrasah untuk memperkuat layanan perlindungan anak agar semakin optimal dan berkelanjutan. Keterlibatan murid dalam forum ini juga menjadi bukti nyata diterapkannya prinsip partisipasi anak dalam setiap pengambilan kebijakan di lingkungan madrasah.
Dengan tuntasnya evaluasi ini, MIN 1 Bojonegoro semakin mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan di Bojonegoro yang tidak hanya unggul secara prestasi, tetapi juga menjadi tempat yang paling aman dan nyaman bagi tumbuh kembang seluruh peserta didiknya melalui fungsi LPKRA yang berkelanjutan.
MIN 1 BOJONEGORO